FITNAH DAJJAL DALAM PERADABAN MODERN

Sabtu, 11 April 2009

05.00
Setiap manusia berpotensi untuk menjadi Dajjal, yaitu ketika nuraninya menolak kebenaran agama maupun kebenaran lain. Dan kelak Dajjal asli yang berwujud manusai akan dating disaat bumi naza’ mengakhiri kehidupannya.
1. JATI DIRI DAJJAL
Dajjal adalah manusia misterius sejak 400 tahun sebelum Nabi Musa as lahir. Dajjal adalah manusia masa depan dengan membawa ribuan kebohongan teknokratisme, dewa penyelamat, Maupin magic spiritualisme.
A. NAMA DAJJAL
Nama asli Dajjal masih sangat misterius, karena dalam alquran pun tidak menyebut nama Dajjal secara tektual. Kemudian sosok tersebut dijelaskan Rosulullah SAW dengan julukan Dajjal, karena makna Dajjal mengandung 10 arti yang berbeda-beda. Diambil dari kata Dajaala, artinya memukul dan memotong-motong bumi. Dajjala artinya pendusta. Dajjal ada yang mengartikan tertutup; atau Dajaala ada yang mengartikan menenggelamkan; atau Dajjal artinya membusuk; semua ini identik dengan seluruh keadaan identitas Dajjal.
2. CIRI-CIRI DAJJAL
A. Secara Fisik
Ada cirri yang bisa dilihat dari jauh dan cirri yang dilihat dari dekat. Ciri yang paling mencolok adalah Dajjal itu bermata satu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak buta, ketahuilah sesungguhnya Al Masihuddajjal picek mata kanannya, seperti buah anggur yng menggelembung(keluar).”
HR. Imam Muslim; melalui Ibnu Umar ra.
Ada pula riwayat lain :
“Sesungguhnya Dajjal pick matanya yang sebelah kiri.”
HR. Imam Ahmadi; melalui Annas dan Abu Huzaifah ra.
Jika dilihat dari jauh, tubuhnya pendek, gemuk, kulitnya coklat kemerah-merahan, kepalanya besar seolah-olah seperti ular. Rasulullah SAW bersabda :
“Dajjal adalah seorang laki-laki yang berbadan besar, kuitnya merah, rambutnya keriting dan bermata sebelah.”
HR. Imam Bukhari; melalui Ibnu Umar ra dalam kitab Al Fitan dalam bab Adz Dzikruddajjal.
Sabda Rasulullah SAW :
“Dajjal kulitnya coklat dan rambutnya keriting.”
HR. Imam Tabrani; melalui Abdullah bin Mughol ra.
Keriting, tebal, berbintik dan kasar seperti kerikil seolah-olah rambutnya seperti ranting-ranting pohon. Ciri kakinya, ujung telapaknya berdekatan dan tumitnya berjauhan. Sabda Rasulullah SAW :
“Sesungguhnya kepala Dajjal itu bila dilihat dari belakang sangat tebal dan berkelok-kelok.”
HR. Imam Ahmadi; melalui Hisyam bin Amer ra.
Hampir tidak berbentuk manusia, karena terlalu jeleknya. Ada ulama yang menafsirkan; Dajjal dilihat dari dekat tidak lebih dari syetan. Kemudian diantara kedua matanya ada tulisan “kafir” (kaf,fa’,ra’) bisa dibaca oleh orang yang mengerti bahasa Arab atau tidak mengerti bahasa Arab. Sabda Rasulullah SAW :
“Diantara kedua matanya tertulis huruh kaf,fa’,ra’.”
HR. Imam Tirmidzi; melalui Annas ra.
B. Secar Non Fisik
Dalil ini juga menunjukkan bahwa kelak Dajjal akan menebarkan fitnah yang dibungkus dengan kemajuan jaman dan teknologi. Sabda Rasulullah SAW :
“Dajjal selalu membawa air dan api, api itu sebenarnya air yang sejuk, dan yang dilihat air sejuk itu sebenarnya api, maka dari itu hati-hatilah kamu agar tidak celaka.”
HR. Imam Muslim; melalui Hudzaifah ra.
Jelas sudah sabda Rosul mengenai fitnah Dajjal. Tujuannya adalah masa 40 hari dihadapan manusia adalah untuk merontokkan keimanan manusia kepada Allah, kembali pada akidah yang sesat, beriman pada Dajjal, iblis dan syetan, serta pada akhirnya membuat manusia masuk neraka hanya karena mengikuti langkah Dajjal selama 40 hari itu.
Sehari pertama seperti setahun, sehari kedua seperti sebulan, seminggu dan selanjutnya seperti hari-hari biasa. Dalam durasi yang singkat itu Dajjal berkesempatan menyesatkan manusia sesuai dengan kapasitas kecanggihan jaman.
3. BAHAYA AKUDAH YANG DITIMBULKAN DAJJAL
Setiap manusia punya potensi untuk menjadi jahat, termasuk Dajjal. Potensi jahat itulah yang dicita-citakan Dajjal untuk menyesatkan manusia keluar dari jalan Allah.
Semenjak pertemuan Dajjal dengan iblis kemudian mereka berkolaborasi dalam menyesatkan manusia, sejak itula Dajjal sepenuhnya hidup dalam kegelapn akidah. Dan barang siapa yang hidup di dunia ini tidak memiliki akidah yang benar, tentu dirinya adalah hasil kolaborasi iblis dan Dajjal.
Di dunia ini, sejak Nabi Adam AS ada hingga sekarang, tidak fitnah yang paling besar kecuali fitnah yang ditimbulkan oleh Dajjal, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“Semenjak Nabi Adam diciptakan sampai kelak hari kiamat tidak ada fitnah (bahaya) yang lebih besar daripada fitnah yang ditimbulkan Dajjal”
HR. Imam Muslim.
Mengingat bahasan identitas Dajjal, bahwa Dajjal memiliki dua makna yaitu Dajjal dari segi sifat dan keadaan. Dan yang paling berbahaya dari sifat dan keadaan adlah fitnah yang bersifat subhat, yaitu sesuatu yang manusiawi sesuai dengan keinginan (syahwat) manusia. Artinya, Dajjal dalam menebarkan fitnah, Dajjal tidak memaksa atau dengan jalan kekerasan agar manusia mengikuti keinginannya. Manusia itu sendiri yang takluk pada Dajjal.
4. SURGA ADALAH NERAKA, NERAKA ADALAH SURGA
Fitnah Dajjal yang lain adalah bahwa Dajjal memiliki surga dan neraka. Bagi orang-orang yang memiliki mata hati yang jernih, dia akan mengetahui surga yang dibawa Dajjal sebenarnya adalah neraka, dan neraka yang dibawa Dajjal sebenarnya adalah surga.
Orang yang tidak mengikuti Dajjal akan dibunuh, dikelupas kulitnya, tapi mereka tidak mati kecuali merasa sakit, mereka tetap hidup, karena pemandangan membunuh, mencongkel mata, mengelupas kulit hanyalah kekuatan magic Dajjal. Orang tersebut berada di neraka Dajjal, tapi sebenarnya dia berada di surga Allah, karena orang tersebut tidak mengikuti konsep-konsep Dajjal. Sabda Rasulullah SAW :
“…Diantara fitnah Dajjal adalah, disisi Dajjal ada surga dan neraka, dan sebenarnya neraka Dajjal adalah surga, dan surganya Dajjal adalah neraka. Maka barang siapa yang memperoleh ujian (dari Dajjal berupa siksaan Dajjal) hendaknya orang itu berlindung kepada Allah, dan hendaklah ia membaca ayat awal-awal Al Kahfi…”
HR. Imam Ibnu Majjah dan Imam Ibnu Khudzaimah; sanad melalui Abu Umamah ra.
Hanya kekuatan Allah yang dapat mengalahkan Dajjal. Barang siapa yang berdekatan dengan Tuhannya, mereka akan diberi jalan keluar oleh Allah lantaran orang-orang yang dicintaiNYA. Selama Allah ditengah-tengah kehidupan ruang hati kita, kita tidak akan pernah kesepian sekalipun hidup di tengah kering kerontangan, ketidak adilan hak kemanusiaan.
Dajjal adalah warna kegelapan dalam setiap hati manusia. Dajjal adalah diri kita sendiri yaitu ketika kita menjual kebenaran karena kekuasaan. Ketika kita tidak berani mengumandangkan kebenaran karena ketakutan-ketakutan, semua itu terjadi dalam diri kita yang kehilangan akidah dan harga diri suatu bangsa.
MENGAPA TUHAN IJINKAN KITA MENCINTAI SESEORANG YANG BUKAN JODOH KITA?

Kamis, 09 April 2009

03.01
1. Sudahkan kita mencintai Allah?
Tak dipungkiri lagi bahwa manusia memang butuh cinta untuk hidup. Cinta yang membuat manusia bisa bernafas. Cinta yang membuat jantung manusia berdetak. Cinta yang membuat darah manusia mengalir. Cinta yang menbuat manusia bisa melihat. Dan seluruh cinta yang membuat manusia mampu hidup dalam kehidupan.
Semua cinta yang dimiliki manusia tak lain adalah cinta dari Sang Pengasih. Cinta-Nya pada semua manusia tak pernah terputus. Hanya saja manusia tak mampu menafsirkan apa arti sinta yang sebenarnya. Cinta itu hanya satu. Hanya untuk dzat yang telah menciptakan segalanya, ALLAH SWT. Lalu, mengapa manusia harus berpasang-pasangan? Jawabnya mudah, karana cinta kepada Allah.
Semua di dunia ini tak ada yang abadi. Kehidupan setelah kematianlah yang abadi. Jalan yang hanya ada dua cabang, surga dan neraka., bahagia atau sengsara. Manusia sering mengatasnamakan cinta untuk menuju surga. Padahgal itu salah. Cinta yang mengakar di kalangan pemuda pada saat ini adalah cinta yang menyesatkan. Bagaimana tidak? jika semua yang mereka lakukan dengan mengatasnamakan cinta, justru menyimpang dari ajaran agama islam.
Minimnya pengetahuan agama di kalangan remaja telah membuat mereka salah arah. Serta sosok Rasulullah SAW yang terlampau asing di kehidupan "manusia modern" saat ini, telah banyak membuat mereka berbelok dari jalur utama. Jalur kehidupan itu seharusnya dijalani dengan petunjuk alquran dan alhadist, namun kini justru pandangan suram jaman jahiliyahlah yang mereka gunakan sebagai dasar atas hidup mereka.
Kegiatan-kegiatan kotor seperti perzinaan, minum-minuman keras, berpesta pora, foya-foya,dsb. Semua itu agaknya kembali mengakar pada zaman peradaban manusia modern seperti ini.
Pacaran. Cinta. Tentu tak asing lagi di telinga kita. Pemuda-pemuda yang mengatasnamakan cinta, kemudian mereka memadu kasih, pacaran. Sesungguhnya syetan telah berhasil telah merayu mereka. Berawal dari pacaran, tentu saja semuanya menjadi fatal. Semua yang dilakukan mereka adalah aktivitas yang mendekati perzinaan, bahkan sampai pada perzinaan. Yang semuanya adalah larangan agama. Mereka adalah pemuda yang telah terperangkap oleh perangkap manis syetan.
2. Mengapa kita mencintai orang lain?
Dalam diri manusia ada cinta. Cinta yang suci. Tergantung bagaimana kita menggunakannya. Cinta yang haq itu hanya pada Allah. Cinta yang sering kita ucapkan pada orang lain, sebenarnya bukan cinta melainkan kasih. Perasaan cinta atau kasih kita pada orang lain sebenarnya hanyalah rasa kagum. Kagum terhadap makhluk Allah lain yang punya nilai plus disbanding kita. Hanya saja terkadang kita memberikan perasaan kasih ini pada orang yang salah. Jika kita mencintai seseorang, kita akan melakukan apa saja untuknya. Begitu juga dengan mencintai Allah, maka kita juga harus melakukan apapun untuk Allah. Karna tujuan utama kita hidup adalah “ALLAH”.
“Ya Allah jika hamba jatuh cinta, cintakanlah hamba pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-MU. Agar bertambahlah kekuatanku untuk tetap terus mencintai-MU.”
Doa itu memberikan pesan tersirat bahwa kita harus mencintai seseorang yang dicintai Allah. Lalu, seseorang yang bagaimanakah yang dicintai Allah? Adalah seseorang yang mampu mengalahkan cinta pada yang lain kecuali cinta pada Allah.
Yang menjadi permasalahannya, dapatka kita mencintai seseorang pada Allah? Menyukai seseorang karena Allah? Serta mengasihi seseorang karena Allah? Semua itu tergantung bagaimana kita menyikapi cinta.
Menerapkan kasih pada seseoeng yang dikasihi Allah. Mencintai seseorang yang mencintai Allah. Rasulullah pun telah mengajarkan pada kita, bahwa dengan mengucapkan dengan orang lain, maka sebenarnya kita telah menebarkan cinta pada orang lain.
Allah menciptakan jodoh untuk kita tidak lain adalah untuk menyempurnakan ibadah kita. Jodoh itu sendiri adalah sesuatu yang tak abadi. Semuanya tentu tidak lepas dari pemahaman kita terhadap cinta dalam bilik islam.
Ya Allah berilah hamba cinta-MU
Serta amalan-amalan yang dapat mendekatkan hamba pada cinta-MU
Hadirkanlah hamba kekasih dari kekasih-kekasihMU
Agar hamba mampu mencintai-MU
INTAN ITU TELAH HILANG

Rabu, 08 April 2009

03.42
Biar sejengkal maya merengkuh serpihan sukma yang tersisa.
Tapi apalah arti sepenggal asa yang menorehkan luka di nalutan senja?
Aku hanyalah bagian rasa yang telah lalu dan merubah maya menjadi malas menatap kilauan mentari.
Lalu,
Ajak aku pada malam yang pernah kau rengkuh berjuta warna yang hidup.
Meski raga kini berselisih, tapi sesuatu yang menjelma mega ysng telah membaja dalam mimpi, akhirnya tergugah oleh tetesan embun pagi.
rindu ini makin membuncah

02.49

Tak ada yang bisa menduga hati. Kapan hati tersenyum? Kapan hati menangis? Semuanya mengalir bagai air. Rindu ini membuncah kala aku mendengar namamu. Dan kala aku mendengar umatmu menyerukan namamu dalam lantunan syahdu. Sholawat itu menggema di penjuru dunia. Hingga aku ingin menemui titik pusat alunan itu. Di depan ka'bah, inginku bersimpuh, bersholawat, hingga habis air mata ini, betapa aku sangat lemah di mata-MU, Ya Allah. Aku ingin bertemu Rosululullah. Entah kapan impianku ini terwujud.