Rabu, 08 April 2009
02.49
Tak ada yang bisa menduga hati. Kapan hati tersenyum? Kapan hati menangis? Semuanya mengalir bagai air. Rindu ini membuncah kala aku mendengar namamu. Dan kala aku mendengar umatmu menyerukan namamu dalam lantunan syahdu. Sholawat itu menggema di penjuru dunia. Hingga aku ingin menemui titik pusat alunan itu. Di depan ka'bah, inginku bersimpuh, bersholawat, hingga habis air mata ini, betapa aku sangat lemah di mata-MU, Ya Allah. Aku ingin bertemu Rosululullah. Entah kapan impianku ini terwujud.