Kamis, 09 April 2009
03.011. Sudahkan kita mencintai Allah?
Tak dipungkiri lagi bahwa manusia memang butuh cinta untuk hidup. Cinta yang membuat manusia bisa bernafas. Cinta yang membuat jantung manusia berdetak. Cinta yang membuat darah manusia mengalir. Cinta yang menbuat manusia bisa melihat. Dan seluruh cinta yang membuat manusia mampu hidup dalam kehidupan.
Semua cinta yang dimiliki manusia tak lain adalah cinta dari Sang Pengasih. Cinta-Nya pada semua manusia tak pernah terputus. Hanya saja manusia tak mampu menafsirkan apa arti sinta yang sebenarnya. Cinta itu hanya satu. Hanya untuk dzat yang telah menciptakan segalanya, ALLAH SWT. Lalu, mengapa manusia harus berpasang-pasangan? Jawabnya mudah, karana cinta kepada Allah.
Semua di dunia ini tak ada yang abadi. Kehidupan setelah kematianlah yang abadi. Jalan yang hanya ada dua cabang, surga dan neraka., bahagia atau sengsara. Manusia sering mengatasnamakan cinta untuk menuju surga. Padahgal itu salah. Cinta yang mengakar di kalangan pemuda pada saat ini adalah cinta yang menyesatkan. Bagaimana tidak? jika semua yang mereka lakukan dengan mengatasnamakan cinta, justru menyimpang dari ajaran agama islam.
Minimnya pengetahuan agama di kalangan remaja telah membuat mereka salah arah. Serta sosok Rasulullah SAW yang terlampau asing di kehidupan "manusia modern" saat ini, telah banyak membuat mereka berbelok dari jalur utama. Jalur kehidupan itu seharusnya dijalani dengan petunjuk alquran dan alhadist, namun kini justru pandangan suram jaman jahiliyahlah yang mereka gunakan sebagai dasar atas hidup mereka.
Kegiatan-kegiatan kotor seperti perzinaan, minum-minuman keras, berpesta pora, foya-foya,dsb. Semua itu agaknya kembali mengakar pada zaman peradaban manusia modern seperti ini.
Pacaran. Cinta. Tentu tak asing lagi di telinga kita. Pemuda-pemuda yang mengatasnamakan cinta, kemudian mereka memadu kasih, pacaran. Sesungguhnya syetan telah berhasil telah merayu mereka. Berawal dari pacaran, tentu saja semuanya menjadi fatal. Semua yang dilakukan mereka adalah aktivitas yang mendekati perzinaan, bahkan sampai pada perzinaan. Yang semuanya adalah larangan agama. Mereka adalah pemuda yang telah terperangkap oleh perangkap manis syetan.
2. Mengapa kita mencintai orang lain?
Dalam diri manusia ada cinta. Cinta yang suci. Tergantung bagaimana kita menggunakannya. Cinta yang haq itu hanya pada Allah. Cinta yang sering kita ucapkan pada orang lain, sebenarnya bukan cinta melainkan kasih. Perasaan cinta atau kasih kita pada orang lain sebenarnya hanyalah rasa kagum. Kagum terhadap makhluk Allah lain yang punya nilai plus disbanding kita. Hanya saja terkadang kita memberikan perasaan kasih ini pada orang yang salah. Jika kita mencintai seseorang, kita akan melakukan apa saja untuknya. Begitu juga dengan mencintai Allah, maka kita juga harus melakukan apapun untuk Allah. Karna tujuan utama kita hidup adalah “ALLAH”.
“Ya Allah jika hamba jatuh cinta, cintakanlah hamba pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-MU. Agar bertambahlah kekuatanku untuk tetap terus mencintai-MU.”
Doa itu memberikan pesan tersirat bahwa kita harus mencintai seseorang yang dicintai Allah. Lalu, seseorang yang bagaimanakah yang dicintai Allah? Adalah seseorang yang mampu mengalahkan cinta pada yang lain kecuali cinta pada Allah.
Yang menjadi permasalahannya, dapatka kita mencintai seseorang pada Allah? Menyukai seseorang karena Allah? Serta mengasihi seseorang karena Allah? Semua itu tergantung bagaimana kita menyikapi cinta.
Menerapkan kasih pada seseoeng yang dikasihi Allah. Mencintai seseorang yang mencintai Allah. Rasulullah pun telah mengajarkan pada kita, bahwa dengan mengucapkan dengan orang lain, maka sebenarnya kita telah menebarkan cinta pada orang lain.
Allah menciptakan jodoh untuk kita tidak lain adalah untuk menyempurnakan ibadah kita. Jodoh itu sendiri adalah sesuatu yang tak abadi. Semuanya tentu tidak lepas dari pemahaman kita terhadap cinta dalam bilik islam.
Ya Allah berilah hamba cinta-MU
Serta amalan-amalan yang dapat mendekatkan hamba pada cinta-MU
Hadirkanlah hamba kekasih dari kekasih-kekasihMU
Agar hamba mampu mencintai-MU